Friends

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, July 27, 2011

PENANGANAN TROUBLE SHOOTING PADA KOMPUTER

Troubleshooting adalah sebuah kerusakan pada komponen hardware dan Software yang terjadi pada PC. Troubleshooting merupakan suatu permasalah dan kendala didalam kinerja mekanisme PC, sehingga mengganggu operasional pekerjaan pemakai.
Ada beberapa masalah dan penyelesaian Troubleshooting pada PC, pengelompokkan dibedakan menjadi beberapa bagian diantaranya :
1. Troubleshooting ketika merakit dan mengupgrade komputer
2. Troubleshooting dalam mengoperasikan komputer
Secara umum yang termasuk dalam komponen-komponen pada PC antara lain : Mainboard, Card Monitor (VGA Card), Sound Card, Prosesor, FDD, RAM, Harddisk, Power Supply, CD/DVD-ROM Drive, Port tambahan, kabel-kabel penghubung dan lain-lain.
1. Troubleshooting ketika merakit dan mengupgrade komputer
Dalam memahami masalah Troubleshooting pada PC ini, biasanya kesalahan dalam komponennya yang tidak mendukung dengan komponen lainnya. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menangani penyebab terjadinya Troubleshooting PC ketika kita merakit atau mengupgrade komponen komputer adalah :
Melakukan mengupgrade pada RAM sangat baik, karena menambahkan kecepatan akses dan kerja komputer. Contohnya selain kita membuka program windows, kemudian membuka program aplikasi seperti adobe photoshop CS, corel draw dan microsoft office dan ada untungnya dengan mengalami kenyamanan dan kecepatan dalam pengoperasiannya dan juga menambah kecepatan program aplikasi lainnya.
Langkah yang harus diambil untuk mendapatkan hasil yang memaksimal adalah :
a. Kenalilah jenis RAM, apa jenis slot yang digunakan berbentuk DDRAM dan SDRAM pada umumnya.
b. Kenalilah tipe PC pada RAM, contohnya: PC 100, PC 133, PC 2700, PC 3200 dan lain-lain. Dari jenis tipe PC tersebut apakah support dengan mainboard atau tidak, itu yang harus diperhatikan ketika melakukan perakitan dan mengupgrade dalam sebuah komputer.
Apabila melakukan pengupgrade RAM cocok akan meningkatkan semua kinerja komputer baik membuka aplikasi, membuat desain maupun permainan.
Pengupgrade prosesor akan bisa dilakukan, jika support terhadap mainboard dari jenis slot dan kecepatan busnya serta ke memorinya. Apa lagi jenis prosesor ada intel pentium, intel celeron dan AMD. Intel celeron dipasang ke mainboard yang chipsetnya intel, terkadang harus mengubah jumper power, agar tampil ke layar monitor. Jadi yang harus diperhatikan dalam melakukan pengupgrade prosesor harus support pada mainboard dan memori, sehingga menghasilkan yang cocok dan memuaskan.
Pengupgrade mainboard bisa dilakukan, jika mengupgrade jenis pada RAM dan prosesor, contohnya : mainboard P3 ke mainboard P4. Atau perubahan jenis mainboard yang penting jenis socketnya sama, tetapi yang harus diperhatikan adalah mainboard yang baru mendukung kecepatan bus dari prosesor yang Anda ingini atau tidak, karena akan mempengaruhi terjadinya Troubleshooting.
Pengupgrade VGA card bisa dilakukan, apabila size VGA card yang akan ditambahkan harus tidak melebihi size VGA pada mainboard, biasanya VGA mainboard maximal 128MB. Kalau kita ingin menambahkan VGA card kemudian sizenya 512MB maka terjadi trouble atau tidak tampil ke layar monitor, karena sizenya melebihi kapasitas size VGA pada mainboard. Memang di mainboard ada fasilitas slot untuk VGA, tapi hanya bisa digunakan oleh VGA card yang sizenya tidak melebihi. Di dalam mainboard ada fasilitas yang digunakan untuk VGA dimana VGA yang sizenya tidak melebihi VGA pada mainboard yang dinamakan slot VGA I-Express. Slot ini bisa digunakan untuk VGA card yang sizenya melebihi dari size VGA pada mainboard misalkan VGA card yang sizenya 512MB, 1GB dan lain-lain.
Menurut RAMdani Nazaruddin (2005:369) mengatakan bahwa fungsi Power Supply adalah kristis sebab daya listrik untuk semua komponen di dalam sistem.
Pengupgrade Power Supply bisa dilakukan, apabila tegangan Arus mendukung dengan komponen lain, sehingga tidak terjadi trouble pada komponen lain. Biasanya apabila power supply tidak support dengan komponen lain, akan nampak aneh hampir sama secara rinci mengacu pada memori yang gagal, karena komputer dalam keadaan mati.
Mengecek pada socket, slot dan port pada mainboard, apakah dalam keadaannya kotor, sehingga komponen yang terpasang tidak terdeteksi. Maka lakukan pembersihan slot, socket dan port pada mainboard dengan menggunakan air cleaner, agar komponen yang terpasang bisa terdeteksi dengan komponen lain. Karena faktor tersebut terkadang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting pada komputer, sehingga terjadinya kegagalan pada sistem komputer.
Yang harus dilakukan setelah tahu komponen mana yang bermasalah adalah mengganti komponen dengan komponen yang baru bagi komponen yang tidak support dengan komponen lainnnya. Lakukanlah dengan cermat dan teliti dalam penanganan Troubleshooting pada komputer, agar mendapat hasil yang memuaskan. Hal yang harus diperhatikan adalah jangan melakukan pemaksaan komponen, kalau tidak support karena akan terjadinya kerusakan pada komponennya.

2. Troubleshooting dalam mengoperasikan komputer
Troubleshooting sering terjadi, ketika kita mengoperasikan komputer karena faktor yang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting mungkin masalah hardware dan software. Oleh karena itu, bagaimana kita bisa untuk menangani Troubleshooting pada PC kita, tanpa harus mengeluarkan biaya. Karena yang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting pada komputer, yang sering dialami yaitu virus, tapi bagaimana supaya tidak kena virus, anti virusnya harus terupdate pada komputer. Sebelum kita membahas bagaimana metode penanganannya, kita lihat dulu faktor apa yang menyebabkan terjadi Troubleshooting pada PC adalah :
1. Mungkin masalah virus
2. Komponennya rusak
3. File sistem operasi kehapus
4. Kesalahan dalam register ketika ngedit (Regedit)
5. Tidak terkoneksinya harddisk ke sistem
6. Sistem operasi error
7. Kapasitas file melebihi, sehingga memori lemah
8. Tidak terkoneksi kabel data harddisk dengan mainboard
9. Konektor power tidak terhubung ke komponen
10. Power Supply bermasalah atau rusak
11. Slot pada mainboard kotor dan lain-lain
Kemudian apa solusi untuk penanganan dari penyebab terjadinya Troubleshooting PC. Yang pasti cara penanggulangan permasalahan yang Anda lakukan untuk mengatasi penyebab terjadinya trouble pada PC. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk penanganan Troubleshooting pada PC dengan mudah adalah :
a. Mempersiapkan Peralatan
1. Obeng min (-) dan plus (+)
2. Tang
3. Kabel data untuk konektor harddisk dan CD/DVD-ROM
4. Kuas/Sikat
5. Air Cleaner
6. Taspen
7. Dan lain-lain
b. Mengetahui Komponen PC
1. Melakukan pengecekan konektor harddisk
2. Melakukan pengecekan konektor CD/DVD-ROM
3. Melakukan pengecekan konektor pada Mainboard
4. Melakukan pengecekan konektor Power Supply
5. Mengecek kabel data yang digunakan untuk konektor harddisk dan CD/DVD-ROM.
d. Pembersihan Slot dan socket pada komponen PC
1. Lakukan pembersihan semua slot dan socket mainboard dengan kuas/sikat
2. Lakukan penyemprotan dengan air cleaner pada slot dan socket mainboard
3. Lakukan pembersihan pada RAM
4. Lakukan pembersihan ruang CPU
e. Pengecekan pada komponen PC
1. RAM
2. Prosesor
3. Mainboard
4. Ketiga komponen tersebut sangat penting sebagai faktor yang mempengaruhi Troubleshooting pada PC
5 Power Supply
6. VGA Card
7. Dan lain-lain
f. Pengupdate Antivirus pada komputer, jenis antivirus :
1. Anti Virus AVG
2. Anti Virus Antivir
3. Anti Virus Norton
4. Anti Virus Ansav
5. Anti Virus PC-Media
6. Anti Virus Kaspersky
7. Dan lain-lain.
g. Melakukan Pemeriksaan Komputer
Ada beberapa kategori dalam pemeriksaan komputer, karena merupakan bentuk-bentuk penelusuran terhadap kesalahan yang terjadi.
1. Pemeriksaan Visual
Pemeriksaan visual merupakan tahap awal pemeriksaan yaitu pemeriksaan beberapa masalah yang dapat ditangkap dengan mudah melalui pandangan mata atau panca indra kita. Pemeriksaan ini misalnya:
a. Pemeriksaan sambungan-sambungan kabel, seperti kabel data. Apakah terdapat kabel yang lepas atau tidak tersambung dengan benar.
b. Pemeriksaan “jumper” seperti jumper motherboard, harddisk atau CD ROM, apakah konfigurasinya sudah betul atau belum.
c. Pemeriksaan pemasangan kartu-kartu seperti kartu grafis, kartu audio dan sebagainya.
d. Pemeriksaan PCB (Program Control Block) apakah ada yang bengkok, jalur putus, apakah ada cip yang terbakar dan sebagainya.
2. Pemeriksaan Bunyi
Pemeriksaan bunyi merupakan pemeriksaan komponen dengan mendengarkan bunyi-bunyi yang dapat memberikan arti sendiri akan kondisi komputer. Sebagai contoh adalah:
a. Bunyi mekanikal boleh didengar dari putaran disk, putaran kipas dan lain-lain. Apakah bunyi komponen-komponen tersebut normal seperti biasa.
b. Pendeteksian bunyi beep yang muncul ketika POST. Bunyi beep
yang ditimbulkan BIOS, memberikan arti tertentu.
3. Pemeriksaan Kondisi
Pemeriksaan ini memerlukan interaksi yang lebih khusus seperti misalnya menyentuh cip untuk merasakan suhunya. CPU yang mempunyai panas berlebihan, tentunya akan menimbulkan masalah. Jika CPU memiliki chip yang besar seperti EPROM, mestinya memiliki suhu yang hangat saja. Sedangkan chip yang kecil tidak panas langsung. Chip keRAMik lebih panas daripada yang dibuat dari plastik. Jika terlalu sejuk ini mungkin menunjukkan cip tersebut mati atau tidak ada arus yang sampai kepadanya.
4. Pemeriksaan Isyarat
Ini adalah cara terakhir jika semua langkah yang dilakukan tidak mampu mendeteksi dan menyelesaikan masalah. Pemeriksaan ini lebih complicated, memerlukam peralatan khusus, dokumen dan gambar sistem serta pengetahuan yang mendalam mengenai sistem elektronik.
Untuk menanggulangi dalam penanganan Troubleshooting pada PC harus dilakukan dengan teliti dan pemahaman dari semua jenis komponen hardware dan fungsinya. Jangan melakukan penginstalan software yang berlebihan pada komputer anda, kalau spesifikasi komputernya tidak mendukung, karena akan terjadinya hang dan Troubleshooting pada PC.

PENANGANAN TROUBLE SHOOTING PADA KOMPUTER

Troubleshooting adalah sebuah kerusakan pada komponen hardware dan Software yang terjadi pada PC. Troubleshooting merupakan suatu permasalah dan kendala didalam kinerja mekanisme PC, sehingga mengganggu operasional pekerjaan pemakai.
Ada beberapa masalah dan penyelesaian Troubleshooting pada PC, pengelompokkan dibedakan menjadi beberapa bagian diantaranya :
1. Troubleshooting ketika merakit dan mengupgrade komputer
2. Troubleshooting dalam mengoperasikan komputer
Secara umum yang termasuk dalam komponen-komponen pada PC antara lain : Mainboard, Card Monitor (VGA Card), Sound Card, Prosesor, FDD, RAM, Harddisk, Power Supply, CD/DVD-ROM Drive, Port tambahan, kabel-kabel penghubung dan lain-lain.
1. Troubleshooting ketika merakit dan mengupgrade komputer
Dalam memahami masalah Troubleshooting pada PC ini, biasanya kesalahan dalam komponennya yang tidak mendukung dengan komponen lainnya. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menangani penyebab terjadinya Troubleshooting PC ketika kita merakit atau mengupgrade komponen komputer adalah :
Melakukan mengupgrade pada RAM sangat baik, karena menambahkan kecepatan akses dan kerja komputer. Contohnya selain kita membuka program windows, kemudian membuka program aplikasi seperti adobe photoshop CS, corel draw dan microsoft office dan ada untungnya dengan mengalami kenyamanan dan kecepatan dalam pengoperasiannya dan juga menambah kecepatan program aplikasi lainnya.
Langkah yang harus diambil untuk mendapatkan hasil yang memaksimal adalah :
a. Kenalilah jenis RAM, apa jenis slot yang digunakan berbentuk DDRAM dan SDRAM pada umumnya.
b. Kenalilah tipe PC pada RAM, contohnya: PC 100, PC 133, PC 2700, PC 3200 dan lain-lain. Dari jenis tipe PC tersebut apakah support dengan mainboard atau tidak, itu yang harus diperhatikan ketika melakukan perakitan dan mengupgrade dalam sebuah komputer.
Apabila melakukan pengupgrade RAM cocok akan meningkatkan semua kinerja komputer baik membuka aplikasi, membuat desain maupun permainan.
Pengupgrade prosesor akan bisa dilakukan, jika support terhadap mainboard dari jenis slot dan kecepatan busnya serta ke memorinya. Apa lagi jenis prosesor ada intel pentium, intel celeron dan AMD. Intel celeron dipasang ke mainboard yang chipsetnya intel, terkadang harus mengubah jumper power, agar tampil ke layar monitor. Jadi yang harus diperhatikan dalam melakukan pengupgrade prosesor harus support pada mainboard dan memori, sehingga menghasilkan yang cocok dan memuaskan.
Pengupgrade mainboard bisa dilakukan, jika mengupgrade jenis pada RAM dan prosesor, contohnya : mainboard P3 ke mainboard P4. Atau perubahan jenis mainboard yang penting jenis socketnya sama, tetapi yang harus diperhatikan adalah mainboard yang baru mendukung kecepatan bus dari prosesor yang Anda ingini atau tidak, karena akan mempengaruhi terjadinya Troubleshooting.
Pengupgrade VGA card bisa dilakukan, apabila size VGA card yang akan ditambahkan harus tidak melebihi size VGA pada mainboard, biasanya VGA mainboard maximal 128MB. Kalau kita ingin menambahkan VGA card kemudian sizenya 512MB maka terjadi trouble atau tidak tampil ke layar monitor, karena sizenya melebihi kapasitas size VGA pada mainboard. Memang di mainboard ada fasilitas slot untuk VGA, tapi hanya bisa digunakan oleh VGA card yang sizenya tidak melebihi. Di dalam mainboard ada fasilitas yang digunakan untuk VGA dimana VGA yang sizenya tidak melebihi VGA pada mainboard yang dinamakan slot VGA I-Express. Slot ini bisa digunakan untuk VGA card yang sizenya melebihi dari size VGA pada mainboard misalkan VGA card yang sizenya 512MB, 1GB dan lain-lain.
Menurut RAMdani Nazaruddin (2005:369) mengatakan bahwa fungsi Power Supply adalah kristis sebab daya listrik untuk semua komponen di dalam sistem.
Pengupgrade Power Supply bisa dilakukan, apabila tegangan Arus mendukung dengan komponen lain, sehingga tidak terjadi trouble pada komponen lain. Biasanya apabila power supply tidak support dengan komponen lain, akan nampak aneh hampir sama secara rinci mengacu pada memori yang gagal, karena komputer dalam keadaan mati.
Mengecek pada socket, slot dan port pada mainboard, apakah dalam keadaannya kotor, sehingga komponen yang terpasang tidak terdeteksi. Maka lakukan pembersihan slot, socket dan port pada mainboard dengan menggunakan air cleaner, agar komponen yang terpasang bisa terdeteksi dengan komponen lain. Karena faktor tersebut terkadang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting pada komputer, sehingga terjadinya kegagalan pada sistem komputer.
Yang harus dilakukan setelah tahu komponen mana yang bermasalah adalah mengganti komponen dengan komponen yang baru bagi komponen yang tidak support dengan komponen lainnnya. Lakukanlah dengan cermat dan teliti dalam penanganan Troubleshooting pada komputer, agar mendapat hasil yang memuaskan. Hal yang harus diperhatikan adalah jangan melakukan pemaksaan komponen, kalau tidak support karena akan terjadinya kerusakan pada komponennya.

2. Troubleshooting dalam mengoperasikan komputer
Troubleshooting sering terjadi, ketika kita mengoperasikan komputer karena faktor yang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting mungkin masalah hardware dan software. Oleh karena itu, bagaimana kita bisa untuk menangani Troubleshooting pada PC kita, tanpa harus mengeluarkan biaya. Karena yang mempengaruhi terjadinya Troubleshooting pada komputer, yang sering dialami yaitu virus, tapi bagaimana supaya tidak kena virus, anti virusnya harus terupdate pada komputer. Sebelum kita membahas bagaimana metode penanganannya, kita lihat dulu faktor apa yang menyebabkan terjadi Troubleshooting pada PC adalah :
1. Mungkin masalah virus
2. Komponennya rusak
3. File sistem operasi kehapus
4. Kesalahan dalam register ketika ngedit (Regedit)
5. Tidak terkoneksinya harddisk ke sistem
6. Sistem operasi error
7. Kapasitas file melebihi, sehingga memori lemah
8. Tidak terkoneksi kabel data harddisk dengan mainboard
9. Konektor power tidak terhubung ke komponen
10. Power Supply bermasalah atau rusak
11. Slot pada mainboard kotor dan lain-lain
Kemudian apa solusi untuk penanganan dari penyebab terjadinya Troubleshooting PC. Yang pasti cara penanggulangan permasalahan yang Anda lakukan untuk mengatasi penyebab terjadinya trouble pada PC. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk penanganan Troubleshooting pada PC dengan mudah adalah :
a. Mempersiapkan Peralatan
1. Obeng min (-) dan plus (+)
2. Tang
3. Kabel data untuk konektor harddisk dan CD/DVD-ROM
4. Kuas/Sikat
5. Air Cleaner
6. Taspen
7. Dan lain-lain
b. Mengetahui Komponen PC
1. Melakukan pengecekan konektor harddisk
2. Melakukan pengecekan konektor CD/DVD-ROM
3. Melakukan pengecekan konektor pada Mainboard
4. Melakukan pengecekan konektor Power Supply
5. Mengecek kabel data yang digunakan untuk konektor harddisk dan CD/DVD-ROM.
d. Pembersihan Slot dan socket pada komponen PC
1. Lakukan pembersihan semua slot dan socket mainboard dengan kuas/sikat
2. Lakukan penyemprotan dengan air cleaner pada slot dan socket mainboard
3. Lakukan pembersihan pada RAM
4. Lakukan pembersihan ruang CPU
e. Pengecekan pada komponen PC
1. RAM
2. Prosesor
3. Mainboard
4. Ketiga komponen tersebut sangat penting sebagai faktor yang mempengaruhi Troubleshooting pada PC
5 Power Supply
6. VGA Card
7. Dan lain-lain
f. Pengupdate Antivirus pada komputer, jenis antivirus :
1. Anti Virus AVG
2. Anti Virus Antivir
3. Anti Virus Norton
4. Anti Virus Ansav
5. Anti Virus PC-Media
6. Anti Virus Kaspersky
7. Dan lain-lain.
g. Melakukan Pemeriksaan Komputer
Ada beberapa kategori dalam pemeriksaan komputer, karena merupakan bentuk-bentuk penelusuran terhadap kesalahan yang terjadi.
1. Pemeriksaan Visual
Pemeriksaan visual merupakan tahap awal pemeriksaan yaitu pemeriksaan beberapa masalah yang dapat ditangkap dengan mudah melalui pandangan mata atau panca indra kita. Pemeriksaan ini misalnya:
a. Pemeriksaan sambungan-sambungan kabel, seperti kabel data. Apakah terdapat kabel yang lepas atau tidak tersambung dengan benar.
b. Pemeriksaan “jumper” seperti jumper motherboard, harddisk atau CD ROM, apakah konfigurasinya sudah betul atau belum.
c. Pemeriksaan pemasangan kartu-kartu seperti kartu grafis, kartu audio dan sebagainya.
d. Pemeriksaan PCB (Program Control Block) apakah ada yang bengkok, jalur putus, apakah ada cip yang terbakar dan sebagainya.
2. Pemeriksaan Bunyi
Pemeriksaan bunyi merupakan pemeriksaan komponen dengan mendengarkan bunyi-bunyi yang dapat memberikan arti sendiri akan kondisi komputer. Sebagai contoh adalah:
a. Bunyi mekanikal boleh didengar dari putaran disk, putaran kipas dan lain-lain. Apakah bunyi komponen-komponen tersebut normal seperti biasa.
b. Pendeteksian bunyi beep yang muncul ketika POST. Bunyi beep
yang ditimbulkan BIOS, memberikan arti tertentu.
3. Pemeriksaan Kondisi
Pemeriksaan ini memerlukan interaksi yang lebih khusus seperti misalnya menyentuh cip untuk merasakan suhunya. CPU yang mempunyai panas berlebihan, tentunya akan menimbulkan masalah. Jika CPU memiliki chip yang besar seperti EPROM, mestinya memiliki suhu yang hangat saja. Sedangkan chip yang kecil tidak panas langsung. Chip keRAMik lebih panas daripada yang dibuat dari plastik. Jika terlalu sejuk ini mungkin menunjukkan cip tersebut mati atau tidak ada arus yang sampai kepadanya.
4. Pemeriksaan Isyarat
Ini adalah cara terakhir jika semua langkah yang dilakukan tidak mampu mendeteksi dan menyelesaikan masalah. Pemeriksaan ini lebih complicated, memerlukam peralatan khusus, dokumen dan gambar sistem serta pengetahuan yang mendalam mengenai sistem elektronik.
Untuk menanggulangi dalam penanganan Troubleshooting pada PC harus dilakukan dengan teliti dan pemahaman dari semua jenis komponen hardware dan fungsinya. Jangan melakukan penginstalan software yang berlebihan pada komputer anda, kalau spesifikasi komputernya tidak mendukung, karena akan terjadinya hang dan Troubleshooting pada PC.

Bedah Komputer & Cara Merakit Komputer



Dari semalaman brosing-brosing di internet buat ngisi blog-ku biar tambah sesak isinya akhirnya nemu juga artikel bagus buat newbie belajar. Isinya seperti yang pernah saya baca-baca di Gramedia. Artikel ini saya ambil dan saya modifikasi sedikit biar kagak terkesan Copy Paste Yuk kita menuju T.K.P…


Sebelumnya kita harus tahu apa itu komputer builtup dan apa komputer jangkrik (ndeso ya…). Gampangnya kompi bil-ap adalah kompi yg masuk ke negara kita/import secara glondongan komplit utuh, sedangkan kompi jangkrik adalah kompi yang dirakit/komputer rakitan. Kita mau bahas caranya ngrakit komputer jangkrik kita, dari komponen yang saling terpisah menjadi komputer siap saji eh jadi.



Pertama-tama kita belanja dulu ke toko komputer/alat2 komputer. Cari yang bisa dipercaya, garansinya oke, obral janji gak, pokoke jangan cari yang tidak bertanggung jawab lah… ngomongnya empuk giliran rusak dilempar ke Jogja lah ke Semarang lah ke Jakarta lah…(he he pengalaman pribadi di La Viola Komputer sekitar kampus UNS…) ngomongnya garansi seumur hidup, begitu mati ya gak garansi lha wong garansinya cuma kalo masih hidup… rak edan tho!!! ketipu kitanya…

Setelah komponen buat komputer jangkrik kita dapatkan tahap selanjutnya adalah (mulai serius nih…):

-> Persiapan
-> Perakitan
-> Pengujian
-> Penanganan Masalah

Persiapan

Seperti dikutip dari infokomputer.com dan dilansir dari berbagai sumber di Internet… Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.

Hal yang terkait dalam persiapan meliputi :

1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Komponen dan perlengkapan
3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer

Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.

Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

Persiapan Komponen dan Perlengkapan



Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari :
Komponen komputer
Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
Buku manual dan referensi dari komponen
Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.

Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

Pengamanan



Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.

Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara :
Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

Perakitan

  1. Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
  2. Penyiapan motherboard
  3. Memasang Prosessor
  4. Memasang heatsink
  5. Memasang Modul Memori
  6. memasang Motherboard pada Casing
  7. Memasang Power Supply
  8. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  9. Memasang Drive
  10. Memasang card Adapter
  11. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard



Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.

Jenis socket
  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.





Jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
  3. Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.



3. Memasang Heatsink

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.

Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.

Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.



4. Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.

Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.

Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.

Jenis SIMM
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.



Jenis DIMM dan RIMM

Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.


5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.



6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut :
  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.


7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.





8. Memasang Drive


Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut : Cara memasang adapter:Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut :
  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard.
  9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.

Cara memasang adapter :
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir
Pasang penutup casing dengan menggeser
sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
Pasang konektor monitor ke port video card.
Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.



Pengujian

Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut :
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
  6. Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

Penanganan Masalah

Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain :
Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
Pemasangan Memori yang tidak benar, Motherboard yang baik akan memberi sinyal suara peringatan bahwa pemsangan memori tidak benar. Cek dan pasang dengan benar.
Pemasangan Card AGP atau VGA yang kurang kencang atau kurang pas, Motherboard yang baik akan memberikan sinyal suara peringatan. Check dan pasang dengan benar.
Pemasangan kabel data untuk hardisk yang tidak pas atau terbalik atau pengaturan posisi master atau slave pada hardisk yang atidak tepat. Betulkan serta cek pada jumper hardisk untuk posisi master/slave dan cek dengan autodetect hardisk pada BIOS.
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.

Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.

#
### ###